+6281 911 911 301

Kelebihan, Kekurangan, Serta Pertimbangan Sebelum Migrasi ke AMP

Accelerated Mobile Pages atau yang disingkat dengan AMP adalah sebuah halaman yang dipercepat untuk pengguna mobile dan tablet.

Website atau blog AMP dapat dikenali dengan adanya tanda petir yang dilingkari di hasil pencarian mobile dan tablet. Namun pada pencarian desktop versi AMP tidak akan memiliki tanda yang berbeda dengan Non-AMP, hal ini dikarenakan fokus AMP adalah di mobile dan tablet.

Laman mobile dipercepat (AMP) akan memiliki prioritas yang baik dari sisi pencarian mobile dan tablet. Hal ini sangat menguntungkan bagi web atau blog yang memiliki pengunjung dominan dari perangkat mobile dan tablet. Namun di beberapa kasus ada yang mengatahan AMP belum bisa menjawab kebutuhan yang ada jika dibandingkan dengan yang diberikan oleh web non-amp (website mobile friendly yang responsive). 

Persepsi tentang keuntungan dan kekurangan dari setiap produk baru itu wajar, jangan menjadikan kekurangan seseorang terhadap suatu produk menjadi kekurangan yang seakan akan kita alami dan juga jangan menjadikan keunggulan yang telah kita rasakan seakan akan dirasakan pengguna lainnya.

Semua akan kembali ke kondisi atau keadaan masing-masing pengguna itu sendiri, terlebih lagi jika dilihat dari sisi web. Setiap penggunaan framework apapun pasti ada kekurangannya masing-masing, tinggal sekarang bagaimana mensiasati kekurangan tersebut agar tidak tampak dan keunggulan yang ada bisa dinikmati.

Melihat dari sisi sejarah perjalanan AMP, dari bulan oktober 2015 dimana pada saat ini pengumuman Google terkait perencanaan projek AMP pertama kali diumumkan, kemudian pada bulan Februari 2016 peluncuran pertama AMP sampai dengan saat ini masih belum banyak web atau blog yang menerapkan projek open source ini.

Terdapat banyak pertimbangan dari pengelola web atau blog sebelum memutuskan meminang AMP sebagai template web atau blog mereka.

Sebelum mengarah ke pembahasan lebih jauh terkait pertimbangan sebelum melakukan migrasi ke AMP, saya akan membahas sedikit tentang kelebihan dan kekurangan menggunakan AMP untuk web atau blog anda.

Kelebihan Menggunakan Template AMP

Setiap orang pasti akan mencari tahu terlebih dahulu kelebihan atau keunggulan menggunakan AMP sebelum memutuskan untuk migrasi ke AMP. Kelebihan ini nantinya akan menjadi penyemangat anda untuk melakukan migrasi ke AMP dan mengabaikan segala kekurangan yang dimiliki oleh template AMP.

Dengan hal tersebut, saya mencoba menguraikan beberapa keunggulan atau kelebihan dari Template AMP yang akan anda integrasikan dengan web atau blog anda. Berikut adalah beberapa kelebihan menggunakan template AMP.

  1. Load Cepat
    Kelebihan yang pertama berasal dari kemampuan load yang lebih cepat baik di mobile, tablet maupun di desktop. Kelebihan dari sisi kecepatan ini dapat membuat pengunjung web atau blog anda merasa nyaman dan terhindar dari loading yang berlebihan.

  2. Super Cepat Jika Sudah Diindex
    Halaman web atau blog AMP yang telah di index oleh Google akan memiliki kecepatan akses yang super cepat (sekejap mata layaknya petir). Alasan sederhana yang bisa dipakai pedoman untuk hal ini yaitu karena AMP memiliki sistem cache (AMP cache) yang memungkinkan pengguna mengakses cache tanpa masuk ke server web atau blog tersebut.

    Jika halaman web atau blog belum terindeks maka AMP akan menampilkan halaman yang langsung di load dari server web atau blog tersebut. Namun jangan kawatir, kecepatan akses web-nya akan relatif lebih cepat dibanding menggunakan template Non-AMP, karena AMP memiliki AMP JS yang betugas untuk melakukan perenderan halaman dengan cepat.

  3. Banyak Dukungan
    AMP sendiri telah didukung oleh banyak platform, vendor, dan partner besar dari seluruh dunia.

  4. Dokumentasi Lengkap
    Dokumentasi yang lengkap akan memudahkan anda dalam melakukan integrasi ataupun melakukan modifikasi template sesuai kebutuhan anda. Dokumen yang dimaksud mulai dari panduan, tutorial, referensi, contoh, maupun video lengkap dapat anda akses pada situs resmi AMP.

  5. Memangkas Penggunaan Plugin
    AMP secara aturan akan membuat anda memangkas penggunaan plugin yang kurang dibutuhkan untuk web atau blog anda. Dengan menggunakan AMP maka anda akan berfikir efisien, hal ini dikarenakan adanya batasan-batasan khusus yang diterapkan AMP. Dengan alasan tersebut maka anda akan memangkas plugin yang tidak didukung oleh AMP.

Kekurangan Menggunakan Template AMP

Setelah memahami apa saja kelebihan AMP, selanjutnya yang tidak kalah penting yaitu mengetahui apa saja kekurangan AMP yang bisa anda pakai pertimbangan sebelum melakukan migrasi. Berikut adalah beberapa kekurangan yang bisa anda temui ketika menggunakan AMP.

  1. Tidak Mempengaruhi Peringkat Hasil Pencarian
    AMP tidak mempengaruhi peringkat hasil pencarian di mobile dan tablet. Pada dasarnya hasil pencarian yang ditampilkan pada mobile dan tablet bersumber dari hasil pencarian di desktop.

    Kesalahan yang diakibatkan oleh template versi desktop akan mempengaruhi hasil pencarian baik dari sisi mobile, tablet, dan desktop. Dengan hal tersebut maka AMP disarankan dikombinasikan dengan template responsive sehingga baik diakses dari desktop, tablet, maupun mobile dan tetap memiliki performa terbaiknya.

  2. Pembatasan Javascript
    Kekurangan AMP selanjutnya berasal dari adanya pembatasan Javascript, dimana JS selain yang telah direkomendasikan AMP tidak bisa digunakan oleh template yang berbasiskan AMP.

  3. Banyak Widget yang Tidak Didukung
    Banyak widget js yang belum bisa diintegrasikan menjadi kekurangan AMP yang lain. Dalam hal ini anda harus mencari alternatif lain untuk mengganti kebutuhan widget yang lama. Hal ini disebabkan oleh adanya pembatasan javascript di atas.

  4. Pembatasan CSS
    Kekurangan yang lain yaitu dari adanya pembatasan porsi CSS yang dimiliki oleh web, dimana porsi css web atau blog dibatasi hanya 50 Kb. Dengan pembatasan ini maka anda harus bekerja ekstra dalam memangkas css yang tidak berguna.

  5. Perlu Pemahaman Jika Ingin Sesuai Kebutuhan
    Kekurangan AMP selanjutnya berasal dari perlu adanya pemahaman lebih jauh terkait AMP untuk membuat semua kebutuhan web atau blog bisa ditangani. Hal ini dikarenakan setiap kebutuhan seseorang berbeda-beda, selain itu templit yang dibutuhkan tidak spesifik seperti kebutuhan yang diinginkan, sehingga diperlukan adanya modifikasi-modifikasi tertentu untuk membuat template sesuai dengan kebutuhan yang ada.

  6. Tampilan Lebih Sederhana
    Di dalam perkembangannya, tampilan AMP terasa lebih simpel dibanding dengan web non-AMP. Hal ini mungkin disebabkan karena adanya pembatasan ukuran CSS dan pembatasan JS. Dengan hal itu tampilan web atau blog AMP akan nampak lebih simpel dibanding website desktop atau website mobile friendly. Namun jangan kawatir, AMP masih terus dikembangkan dengan fitur-fitur barunya yang bisa membuat tampilan web anda semakin menarik.

  7. Direkomendasikan Menggunakan SSL
    Untuk mendapat dukungan penuh dari AMP maka website anda harus menggunakan SSL atau https.

    Bagi anda yang memiliki website personal atau web perusahaan maka anda akan mengeluarkan dana yang lebih jika ingin menerapkan SSL yang baik untuk web anda. Namun jika anda tidak memiliki cukup biaya untuk hal itu, anda dapat memanfaatkan SSL bawaan CPANEL dari hosting anda.

    Untuk pengguna blogger, hal ini bukanlah sebuah kendala karna Google baru-baru ini telah memberikan SSL gratis untuk integrasi Top Level Domain (TLD) di blogspot.

    Baca juga: Amankan Web dan Amankan Posisi Pencarian Google dengan SSL.



Setelah memahami banyaknya kelebihan dan beragamnya kekurangan dari template AMP maka anda diharapkan lebih selektif dan bijak dalam mengambil keputusan. Anda dapat memikirkan kembali terkait dengan pertimbangan anda untuk melakukan migrasi ke AMP.

Pertimbangan Migrasi ke AMP

Di dalam proses migrasi ke template AMP, terdapat pertimbangan-pertimbangan khusus yang nantinya akan membantu anda dalam melakukan migrasi ataupun dapat anda pakai pedoman ketika melakukan migrasi ke template AMP.

Pada dasarnya pertimbangan ini bukanlah rekomendasi, melainkan pandangan saya pribadi terhadap alasan melakukan migrasi dan apa saja yang diperlukan saat migrasi.

Selengkapnya terkait pertimbangan-pertimbangan saat melakukan migrasi template AMP yaitu sebagai berikut.

  1. Banyaknya Pengunjung dari Mobile atau Tablet
    Banyaknya pengunjung dari perangkat mobile dan tablet yang mengunjungi web atau blog anda adalah alasan kuat mengapa melakukan migrasi ke AMP.

    Dengan menggunakan AMP maka pengunjung yang mengakses dari mobile dan tablet akan lebih nyaman untuk mengunjungi web atau blog anda. Hal ini dikarenakan web atau blog AMP memiliki load akses yang cepat dan tampilan yang relatif simpel.

    Dengan keunggulan tersebut maka web atau blog anda akan mengalami peningkatan dari jumlah pengunjung yang bersumber dari perangkat mobile dan desktop.

  2. Ketersediaan dan Kesesuaian Template AMP
    Pertimbangan selanjutnya sebelum melakukan migrasi ke AMP yaitu mencari tahu tentang ketersediaan dan kesesuaian dari template AMP.

    Karena AMP belum mendukung semua platform web maka mencari tahu tentang ketersediaan template AMP dengan disesuaikan dengan platform yang digunakan adalah hal yang wajib anda lakukan. Tanpa adanya template yang sesuai dengan platform yang anda gunakan maka akan relatif lebih sulit untuk bisa beralih ke AMP, kecuali anda memiliki latar belakang penguasaan bahasa pemrograman.

    Kemudian kesesuaian template juga akan menjadi patokan anda dalam melakukan migrasi. Ketersediaan template yang gratis atau premium sesuai dengan selera dan kebutuhan anda akan mendorong anda untuk melakukan migrasi ke AMP, begitupun sebaliknya. Jika anda tidak menemukan template yang sesuai dengan kebutuhan anda maka sudah tentu niat untuk melakukan migrasi ke AMP akan sedikit berkurang atau bahkan anda membatalkan untuk melakukan migrasi.

  3. Banyaknya Jumlah Postingan
    Banyaknya jumlah postingan merupakan pertimbangan lain yang perlu anda pikirkan. Pada beberapa kasus, jumlah konten menjadi alasan dari tidak validnya halaman AMP.

    Dalam beberapa kasus dimana plugin atau framework yang belum didukung AMP secara keseluruhan akan memiliki kendala-kendala tertentu yang mengharuskan anda mengecek dan memperbaiki template secara manual di setiap postingan.

    Dengan alasan tersebut maka jumlah postingan akan menjadi kendala anda dalam melakukan migrasi ke AMP. Semakin banyak postingan maka semakin banyak waktu untuk anda dalam melakukan perbaikan dan validasi halaman.

    Namun dalam kasus lain dimana AMP telah didukung secara penuh oleh framework yang digunakan, jumlah postingan tidak akan menjadi masalah yang berarti dalam melakukan migrasi ke AMP.

  4. Proses Validasi Sampai Re-Index Membutuhkan Waktu yang Relatif Panjang
    Proses dan waktu dalam melakukan validasi dan index halaman adalah faktor lain yang perlu anda pertimbangkan sebelum melakukan migrasi ke template AMP.

    Dalam prakteknya, halaman AMP memiliki proses validasi yang bertujuan untuk menyatakan bahwa halaman tersebut sudah valid AMP atau belum. Proses validasi ini tidak bisa dilakukan sekali melainkan dilakukan per halaman web atau blog. Dengan alasan tersebut maka proses validasi sudah tentu akan memakan waktu yang panjang.

    Selain hal tersebut, anda akan dihadapkan dengan proses index berkala yang dilakukan Google terhadap website anda. Dengan proses index berkala ini, maka anda harus dengan cepat memperbaiki error AMP yang ada di setiap halaman web atau blog anda.

    Jika halaman web atau blog anda belum selesai diperbaiki ketika Google melakukan index berkala maka secara otomatis pada Web Master Tools anda akan terdapat banyak error AMP disesuaikan dengan data terakhir saat re-index dilakukan.

    Walaupun ini dapat menguntungkan untuk anda yaitu dapat mengetahui berapa halaman lagi yang error dan halaman apa saja yang mengalami error AMP. Namun di lain sisi anda akan menunggu lebih lama sampai error AMP tersebut perlahan hilang.

    Dalam beberapa kasus yang pernah saya alami, walaupun Google telah melakukan index ulang terhadap halaman, tidak akan menjamin semua error AMP akan langsung hilang meskipun anda telah memastikan semua halaman telah valid AMP. Google membutuhkan waktu yang lebih lama dalam melakukan index ulang terhadap halaman yang dalam waktu dekat telah dilakukan index.

    Dengan pengalaman tersebut maka anda dapat mengetahui prilaku Google dalam melakukan index dan tidak perlu kawatir jika halaman AMP anda masih dinyatakan error walaupun sebenarnya sudah valid.

    Baca juga: Cara Mempercepat Index dan Reindex Google Terhadap Artikel atau Blog

  5. Ketersediaan AMP Plugin
    Ketersediaan AMP plugin menjadi pertimbangan selanjutnya sebelum melakukan migrasi ke template AMP.

    Anda perlu melakukan penggalian informasi lebih lanjut terkait setiap plugin yang didukung oleh AMP dan sekaligus menganalisa kebutuhan utama web atau blog anda. Hal ini bertujuan untuk mencari plugin yang sesuai dan tersedia pada template berbasiskan AMP.

    Jika anda memiliki kebutuhan utama yang menunjang bisnis atau usaha anda namun tidak ada plugin yang mendukung untuk hal tersebut, maka anda perlu mempertimbangkan sebelum melakukan migrasi ke AMP. Berpatokanlah pada tujuan dan kebutuhan anda, jangan membuat tren mengubah tujuan dan kebutuhan anda.

Kesimpulan

Kelebihan dan kekurangan dari AMP merupakan tolak ukur atau parameter bagi anda dalam memutuskan melakukan migrasi ke template AMP. Sesuaikan kembali kebutuhan anda untuk membuat kelebihan dari template AMP menjadi lebih bermanfaat dan membuat kekurangan AMP menjadi tanda atau pijakan untuk melangkah ke hal yang lebih baik.

Demikian artikel tentang kelebihan, kekurangan, serta pertimbangan sebelum melakukan migrasi ke AMP, semoga artikel ini dapat bermanfaat. 

Sebagai pelengkap, kami lampirkan video yang menjelaskan tentang Google AMP. 

Kelebihan, Kekurangan, Serta Pertimbangan Sebelum Migrasi ke AMP

Artikel Terkait

Sudahkah Website Semeton Bali Diperbaharui ke AMP
Dipublikasikan
8 Nov 2017

Sudahkah Website Semeton Bali Diperbaharui ke AMP?

Sudahkan website anda mengetahui ada teknologi baru untuk website anda? ada cara baru meningkatkan performa website dengan AMP.
Cara Memasang Plugin Komentar Facebook di Website AMP
Dipublikasikan
15 Nov 2017

Cara Memasang Plugin Komentar Facebook di Website AMP

Anda kebingungan dengan cara menerapkan facebook komen di AMP? Berikut adalah penjelasan lengkap terkait penerapan facebook komen di AMP.